Familiarization Tour Progosari | Day Two

Melanjutkan cerita sebelumnya, Familiarization Tour Progosari hari kedua menuju Kabupaten Kulonprogo. Saya sendiri tidak terlalu tahu tentang obyek wisata yang ada di sana, sekalipun pernah berkunjung hanya ke Pantai Glagah dan Pantai Trisik (seingat saya).

Berangkat dari Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta sekitaran pukul 7.30, bus berjalan melewati jalur selatan sekitaran Bantul menuju desa wisata Batik dan tempat yang kami kunjungi adalah Farras Batik Lendah. Di sana kami dibebaskan untuk belajar membatik, entah itu batik tulis atau batik cap jika tidak mau bersusah payah. 

Sedikit menjelaskan tentang proses batik, dimulai dengan menggambar pola pada kain. Umumnya yang digunakan adalah kain mori. Selanjutnya melukisnya dengan malam. Nah karena nantinya kain akan dicelupkan ke dalam pewarna maka gambar yang ditutupi dengan malam tidak akan terkena pewarna. Hal inilah yang membuat saya bingung untuk pemilihan warnanya. Ketika sudah dibatik dengan malam maka selanjutnya adalah proses pewarnaan. Kain tadi dimasukkan ke dalam wadah berisi cairan yang tujuannya agar pewarna lebih menempel pada kain, saya lupa namanya cairan apa. Selanjutnya kain dicelupkan ke pewarna yang diinginkan. Jika sudah, kain dimasukkan ke dalam panci atau wadah yang berisi air panas dengan tujuan menghilangkan malam yang menempel pada kain. Proses pewarnaan tersebut bisa dilakukan berulang-ulang kali sesuai dengan warna-warna pada gambar batik yang diinginkan.

Itu tadi hanya penjelasan berdasarkan apa yang saya lihat dan saya lakukan di sana.

Kedua kalinya belajar membatik, hasilnya tidak jauh berbeda. Malamnya belepotan kemana-mana dan satu lagi aksara jawanya salah -,-
Pembatik yang ada di sana kebanyakan wanita kecuali untuk yang menangani batik cap
Karena kurang puas dengan hasil batik tulis saya sendiri akhirnya minta  batik cap
Bagus kan hasil batik saya? Yap itu adalah batik cap dengan motif khas Kulonprogo, Geblek Renteng.

Dan ini dia hasil akhir batiknya.
Iya bagus yang batik cap -__-
Setelah puas belajar membatik dan menikmati cemilan siang di sana, kami dibawa menuju Pasar Seni Sentolo. Di sini dijual berbagai macam kerajinan mulai dari tas, pernak-pernik, baju, hiasan dan lain sebagainya. Sebagian besar kerajinan yang ada di sana terbuat dari serat alam seperti enceng gondok, rotan, pandan dan macem-macem. Namun sayangnya ketika kami sampai di sana tepat istirahat makan siang jadi kami tidak bisa melihat secara langsung proses pembuatannya.

Tas yang masih dalam proses penjemuran
Salah satu produk tas di Pasar Seni Sentolo
Tujuan terakhir di perjalanan kali ini adalah:

Ketika sampai di sana kami disambut suasana pedesaan yang sangat menyejukkan. Menikmati makan siang bersama dengan sajian khas makanan 'ndeso' yang sederhana dan lezat. Dan selanjutkan kami diberi waktu untuk berganti pakaian karena ini waktunya kami bermain dan bersenang-senang bersama. Bermain mulai dari yang sekedar berandai-andai jadi angin, mutiara kerang, basah-basahan, hingga lumpur.


Kebersamaan kami di dolandeso boro ditutup dengan bapak pemandu outbound yang menyanyikan lagu Kenangan Terindah dari Samson dan foto-foto bersama. Sampai jumpaaaa!

Dan lagi-lagi kami menikmati sunset di perjalanan menuju Dinas Pariwisata Yogyakarta.

Terima kasih untuk Dinas Pariwisata Gunungkidul, Dinas Pariwisata Kulonprogo dan Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta atas dua hari yang sangat menyenangkan di Familiarization Tour Progosari.

0 comments: